Toko Roti Legendaris di Jatinegara Sempat Goyah di Masa Covid, Omzet Turun hingga 80 Persen

WARTAKOTALIVE.COM, JATINEGARA – Pemilik generasi kedua Toko roti Gelora Jatinegara, Ridwan Wiryadinata (72) ungkap omzet penjualan di tokonya menurun hingga 80 persen imbas dari pandemi Covid 19.

Walaupun masa pandemi sudah lewat beberapa tahun lalu, imbas tersebut rupanya masih terasa terhadap penjualan produknya hingga saat ini.

Terkait penjualan roti saat ini, ia hanya dapat menjual lebih kurang 70 – 80 pcs dalam waktu satu hari saja.

Itupun ia menargetkan harus terjual sepenuhnya rutin secara minimal.

Sebab racikan roti buatannya itu tidak memanfaatkan bahan pengawet yang dapat membuat makanan tersebut mampu dikonsumsi dengan durasi beberapa hari.

“Padahal sebelum covid itu bisa jual roti 140 – 150 pcs per hari,” kata Ridwan saat ditemui Warta Kota di lokasi, Sabtu (21/10/2023).

Baca juga: Kuliner Jakarta Legendaris Toko Roti Gelora Sejak 1950 Didirikan Usai Soekarno Resmikan GBK

Sementara untuk produk kue kering, Ridwan mengungkapkan dari sebelum masa pandemi Covid 19, usahanya tersebut kerap laku 20 – 22 bal per hari.

Namun saat pandemi Covid 19 datang hingga kini, pihaknya hanya kerap menjual  lima bal per harinya.

“Tapi saat ini kue kering sudah kami stop produksi, hanya menjual stock sisa saja. Kalau udah habis nanti kami buat paling 10 bal aja,” tuturnya.

Selain itu, distributor penjualan usaha Ridwan sepenuhnya tidak kembali aktif.

Sehingga penjualan untuk ke daerah maupun wilayah lain sementara disetop juga.

“Saya juga tidak bisa mengirim ke distributor, total ada lima di beragam daerah, dan itu semua sudah setop, sekarang hanya retail ke konsumen. Penjualan juga melalui sosial media untuk bertahan,” imbuhnya. 

Ridwan menjelaskan untuk menginisiasi kondisi tersebut, ia terpaksa menurunkan intensitas kuantitas pembuatan produknya.

Baca Juga  Dapat Penghargaan untuk Pertama Kali, Nabila Taqiyyah Kalahkan Salma Salsabil di 'SCTV Awards 2024'

Kemudian ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian maupun solusi kepada pihaknya yang termasuk dalam kegiatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tersebut.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *