Suara Azan Tak Lagi Terdengar di Gaza Palestina Akibat Listrik Padam Hampir Tiga Pekan

WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH — Relawan MER-C Indonesia, Fikri Rofiul Haq menjelaskan jika sudah hampir tiga pekan tak ada lagi suara azan yang nyaring berkumandang di langit Gaza, Palestina.

Pasalnya, lebih dari satu juta warga Palestina sudah mengungsi ke tempat-tempat aman dan menjauhi pemukiman penduduk.

Walhasil, azan tak lagi terdengar di masjid-masjid Gaza.

Apalagi, setelah Israel berupaya membombardir area Gaza Tengah dan membuat jalur Gaza Selatan dan Gaza Utara terpecah, hal itu membuat pasokan listrik menjadi sangat terbatas.

Bahkan, satu dari dua generator listrik yang ada di Rumah Sakit Indonesia Gaza, telah padam dan tak lagi mengaliri listrik seperti di rumah-rumah warga.

“Sekarang sudah dari dua pekan atau tiga pekan lalu ya saya melaporkan bahwa sudah tidak ada lagi terdengar suara azan yang dikumandangkan di masjid-masjid,” kata Fikri dalam wawancara ekslusif bersama Warta Kota melalui sambungan Zoom Meeting, Selasa (7/11/2023).

Baca juga: Sempat Alami Cuaca Buruk, Bantuan dari Indonesia Akhirnya Bisa Didistribusikan ke Warga Palestina

Hanya saja, Fikri mengungkap jika ada satu tempat yang masih rutin mengumandangkan azan dengan pengeras suara, tiap memasuki waktu salat.

“Kecuali yang saya dengar ada memang Rumah Sakit Indonesia memiliki mic, sehingga mereka ada yang mengandangkan azan di Rumah Sakit Indonesia,” ungkap dia.

Tak hanya azan, dalam beberapa kesempatan Fikri menyaksikan dan mengikuti salat Jumat berjamaah di dalam Rumah Sakit Indomesia.

“Dan untuk perkembangan per-Selasa 7 November 2023 ini, memang saat ini korban-korban masih terus di larikan ke Rumah Sakit Indonesia. Sehingga korban-korban juga luka-luka juga masih dirawat di Rumah Sakit Indonesia,” katanya.

“Dan juga banyak sekali korban dari keluarga dokter-dokter yang juga menjadi target serangan pihak militer Israel,” pungkas dia.

Baca Juga  Anies Optimis Suara Perubahan Makin Kuat dan Luas

Baca juga: Sebulan Dibombardir Israel, 10.000 Warga Palestina Wafat, Relawan MER-C: 80 Persen Anak-Anak!

Diberitakan sebelumnya, per-Selasa (7/11/2023) ini, relawan MER-C asal Indonesia yang bertugas di jalur Gaza, Fikri Rofiul Haq menyebut jika ada lebih dari 10 ribu warga Palestina yang tewas terbunuh.

“Setiap harinya pihak pemerintah Israel tidak henti-hentinya melancarkan serangannya ke seluruh jalur Gaza. Tercatat kami ini mendapatkan update dari Kementerian Kesehatan Palestina, saat ini lebih dari 10 ribu warga yang meninggal,” ujar Fikri dalam wawancara ekslusif bersama Warta Kota melalui sambungan zoom, Selasa (7/11/2023).

“Di antara mereka, 3.900 lebih anak-anak dan juga 2.400 lebih wanita, dan juga dari kalangan lansia berjumlah 5.00 lebih,” imbuh dia.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *