Sejarah Jakarta: Pancoran Berasal dari Dongeng Kerajaan Hingga Dipilih Jadi Etalase Mimpi Indonesia

WARTAKOTALIVE.COM – Berada di wilayah strategis, Pancoran, Jakarta Selatan cukup dikenal masyarakat Indonesia. Selain strategis, kawasan Pancoran memiliki banyak sejarah Jakarta.

Sejarah Pancoran ternyata diawali dari sebuah dongeng Betawi. Banyak orang salah paham bahwa nama Pancoran diambil dari sebuah karya seni patung yang menjulang di kawasan tersebut.

Padahal, sejatinya nama Pancoran di Jakarta sudah dikenal jauh lebih lama sebelum Patung Dirgantara dibangun.

Adapun nama Patung Dirgantara yang dibangun di era Presiden pertama Soekarno kemudian banyak dikenal dengan Patung Pancoran karena wilayahnya yang cukup dikenal.

Ternyata Kecamatan Pancoran di Jakarta Selatan lahir dari sebuah dongeng. Dipercaya dahulu kala seorang raja yang tinggal di daerah Jakarta bagian selatan dikaruniai tiga orang anak.

Ketiga anak dari raja tersebut bernama Pangeran Jaya, Pangeran Suta dan Pangeran Gerinda.

Sebagai seorang raja, nantinya tahta kekuasaan akan diturunkan kepada salah satu anaknya yang menjadi ahli waris.

Raja kemudian memberikan ujian kepada ketiga putranya sebelum menerima tahta. Ketiga putra itu pun, meninggalkan istana dan melakukan perjalanan.

Di tengah perjalanan, ketiga putra tersebut kehausan. Kedua putra raja, Pangeran Suta dan Pangeran Gerinda sudah terlalu haus, maka mereka meminum air dari pancuran tersebut, meskipun sudah dilarang sang kakak, Pangeran Jaya.

Setelah meminum air tersebut, kedua pangeran tersebut tewas di tempat.

Hal tersebut membuat Pangeran Jaya terkejut. Lalu, muncul seorang kakek yang mengatakan bahwa penyebab kedua adiknya tersebut tewas karena kedua asiknya meminum air telaga tanpa meminta izin.

Mendengar kabar ini Pangeran Jaya memohon kepada sang kakek untuk menghidupkan kembali kedua adiknya.

Kemudian sang kakek menawarkan Pangeran Jaya untuk memberikan nyawanya jika ingin menghidupkan kembali kedua adiknya.

Baca Juga  Daftar Finalis Miss Universe Indonesia 2023

Dimana nyawa Pangeran Jaya ditukar dengan kedua adiknya yang sudah mati.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *