Sakit Kepala Berbeda Gejala dan Penyebabnya

TEMPO.CO, JakartaOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, hampir setengah dari semua orang dewasa akan mengalami setidaknya sekali sakit kepala dalam satu tahun.

Sakit kepala kondisi yang umum dialami. Sakit kepala bisa terasa beberapa kali. Kondisinya rasa sakit di kepala dan wajah disertai sensasi tertekan, nyeri, dan berdenyut. Sakit kepala tak semuanya sama, karena ada beberapa jenis penyebabnya.

Mengutip Healthline, berikut beberapa jenis sakit kepala dan penyebabnya.

1. Sakit kepala tegang

Sakit kepala tegang gejalanya rasa nyeri atau tekanan di kedua sisi. Kondisinya terasa seperti tali yang mengencang di sekitar kepala. Penyebab umumnya termasuk stres, kelelahan, kurang tidur, dan ketegangan otot di leher atau bahu.

2. Migrain

Migrain jenis sakit kepala yang intens dan disertai gejala seperti mual, muntah, juga sensitivitas terhadap cahaya dan suara. Migrain biasanya terjadi dalam serangan berulang dan berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari. Penyebab migrain belum sepenuhnya dipahami, tapi faktor genetik dan perubahan senyawa kimia dalam otak bisa mempengaruhi kondisi itu.

3. Sakit kepala klaster

Iklan

Sakit kepala klaster sangat menyakitkan, tapi jarang terjadi. Sakit kepala ini biasanya muncul dalam serangan yang intens dan singkat. Gejalanya terfokus di satu sisi kepala dan idisertai hidung tersumbat atau berair. Penyebab pasti sakit kepala klaster masih belum diketahui secara pasti.

4. Sakit kepala sinus 

Sakit kepala sinus di sekitar hidung dan mata meradang. Gejalanya meliputi nyeri di wajah, dahi, atau pipi, dan peningkatan nyeri saat membungkuk atau berbaring. Infeksi sinus, alergi, atau perubahan tekanan udara penyebab sakit kepala ini.

5. Sakit kepala exertional

Jenis sakit kepala ini muncul selama atau setelah aktivitas fisik yang intens, seperti berolahraga. Gejalanya bisa rasa nyeri yang tajam dan berdenyut di seluruh kepala. Biasanya, sakit kepala ini tidak berlangsung lama dan dihindari dengan menjaga kebugaran dan menghindari aktivitas yang terlalu berat.

Baca Juga  Covid-19 Masih Mengintai, Kasus di New York Naik 55 Persen Akibat Varian Baru

Pilihan Editor: Mengenal Sakit Kepala Cluster yang Diderita YouTuber IShowSpeed



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *