PDIP Fokus Menangi Pemilu 2024, Usulan Guntur Soal Jokowi Jadi Ketum PDIP Dibahas Usai Pilpres 2024

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Putra sulung Presiden Soekarno, Guntur Soekarnoputra, ingin Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggantikan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDIP usai tak lagi menjadi Presiden.

Hal itu diungkapkan Guntur di Harian Kompas.id dalam sebuah opini yang dimuat, Sabtu (1/10/2023).

Guntur mengatakan bahwa selama 22 tahun kepemimpinan Jokowi mulai dari Wali Kota, Gubernur, hingga Presiden, pria asal Solo itu telah membuktikan sebagai anak-anak ideologis Bung Karno.

Bahkan, Presiden Jokowi mampu menundukkan investor asing untuk melakukan hilirisasi hasil tambang, agar Indonesia bisa mendapatkan manfaat lebih dari sumber daya alam (SDA).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto, buka suara terkait usulan dari Guntur itu.

Menurut Hasto, usulan Presiden Jokowi menjadi Ketua Umum PDIP akan dibahas pada tahun 2025 setelah Pilpres dan Pemilu 2024.

Seperti dikutip dari Tribunnews.com, Hasto mengatakan bahwa sebagai sebuah gagasan pihaknya menerima usulan putra sulung Soekarno (Bung Karno) itu.

Baca juga: VIDEO : Detik-detik Presiden Jokowi meresmikan Kereta Cepat Jakarta-Bandung bernama Whoosh

Baca juga: Guntur Soekarnoputra Ungkap Unek-unek, Sulit Ketemu Megawati Sejak Pandemi Virus Corona

Baca juga: Guntur Soekarnoputra Ingin Generasi Muda tak Suka Tawuran, Tapi Miliki Way of Life yang Pancasilais

“Ya, sebagai gagasan, tentu saja kami menerima sebagai masukan,” kata Hasto pada sela-sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV PDIP di JI-Expo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (30/9/2023).

Namun, Hasto menjelaskan bahwa saat ini skala prioritas PDIP adalah memenangkan pemilihan umum (Pemilu) 2024.

Hasto menyebut saat ini PDIP tengah menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang ke-IV.

Kemudian, Rakernas V digelar setelah Pemilu, dan selanjutnya Kongres ke-VI tahun 2025.

“Nah, di dalam Kongres itu, kedaulatan berada di tangan anggota. Itu lembaga pengambil keputusan tertinggi, sehingga itulah yang nanti mekanisme yang berjalan di dalam partai,” ujar Hasto.

Baca Juga  Miguel Ángel viral tiktok

Hasto menerangkan bahwa dalam Kongres tentu saja mekanismenya adalah arus bawah, yakni mendengarkan suara anggota partai.

“Karena kongres itu akan diikuti oleh seluruh utusan-utusan dari tingkat yang paling bawah. Maka, namanya utusan yang membawa mandat,” terang Hasto.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *