Korupsi Terjadi Lewat Sistem Digitalisasi E-Katalog, Ekonom: Kerugiannya Bisa Double

TEMPO.CO, Jakarta – Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda menyayangkan korupsi masih terjadi ketika pemerintah sudah mengambil langkah digitalisasi melalui e-Katalog untuk belanja pemerintah.

“Kerugiannya bisa double. Mulai dari anggaran project hingga penggunaan teknologi yang akhirnya mubazir,” kata Nailul kepada Tempo, Sabtu malam, 29 Juli 2023. 

Di sisi lain, Nailul mengatakan potensi korupsi memang masih bisa terjadi meski belanja pemerintah sudah terdigitalisasi melalui e-Katalog. Sebab menurutnya, e-Katalog hanya berupa tools untuk pengadaan. “Jika sudah ada perjanjian, ya pasti masih bisa ‘diatur’,” kata dia.  

Toh, menurut Nailul, peraturan di e-Katalog juga bisa disesuaikan dengan kualfikasi tertentu. Misalnya, jumlah produksi atau syarat yang kadang dibuat untuk memenangkan suatu tender ke pihak tertentu.

Tak hanya itu, Nailul mengatakan dalam  sistem e-Katalog, tidak ada mini competition untuk beberapa barang. Walhasil, tidak jarang yang menang hanya itu-itu saja. “Mini competition ini sebenarnya bisa menjadi langkah pencegah korupsi. Namun sayangnya kurang optimal,” katanya

Perkara e-Katalog sempat menarik perhatian usai Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas)  Marsekal Madya Henri Alfiandi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Henri dijadikan tersangka dalam kasus dugaan suap proyek pengadaan barang di Basarnas pada rentang waktu 2021-2023 yang sistem pengadaannya menggunakan mekanisme lelang dari e-Katalog. Padahal, menurut Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, digitalisasi dapat menekan tindakan korupsi.

Presiden Jokowi pun menyatakan bakal terus memperbaiki sistem ini. Kepala Negara mengakui adanya  kemungkinan sistem e-Katalog diakali sehingga bisa terjadi tindak pidana korupsi tersebut. Dia lantas meminta semua pihak mengormati proses hukum. 

“Kalau ada yang melompati sistem dan mengambil sesuatu dari situ, ya, kalau terkena OTT (operasi tangkap tangan), ya hormati proses hukum yang ada,” kata Jokowi.

Baca Juga  Jakarta Traffic Jam Worsens, in Addition to Increasing Air Pollution

RIRI RAHAYU | M. JULNIS FIRMANSYAH

Pilihan Editor: Mengenal E-Katalog, Diminta Diperbaiki oleh Jokowi Usai Kepala Basarnas jadi Tersangka Korupsi



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *