Jubir Timnas Anies-Cak Imin Ditahan di Rutan Cipinang Terkait Dugaan Penggelapan Pajak Rp 1,1 Miliar

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur telah menahan juru bicara Timnas Anies-Muhaimin atau cak Imin (AMIN) Nurindra B. Charismiadji karena dugaan kasus penggelapan pajak.

Plh Kepala Seksi Intelijen Kejari Jakarta Timur Mahfuddin Cakra Saputra dalam keterangannya menjelaskan bahwa Nurindra yang juga politikus Partai Nasdem tersebut diduga melakukan Tindak Pidana Perpajakan dan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Tersangka Nurinda diduga melakukan penggelapan pajak, yaitu dengan sengaja menerbitkan dan atau menggunakan faktur pajak yang tidak berdasarkan transaksi sebenarnya, terhitung dalam kurun waktu tahun pajak Januari hingga Desember 2019.

Nurindra yang merupakan pemilik PT Luki Mandiri Indonesia Raya bersama Ike Andriani sebagai pengelola PT yang serupa, sekira Januari hingga Desember 2019 diduga telah melakukan penggelapan pajak dengan sengaja tidak menyampaikan surat pemberitahuan masa PPN atau serupa dengan sengaja tidak menyetorkan PPN yang telah dipungut ke kas negara.

“Sehingga menimbulkan kerugian pada pendapatan negara dengan nominal Rp 1.103.028.418,00,” kata Mahfuddin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (28/12/2023).

Baca juga: Tersangka Penggelapan Pajak Senilai Rp 740 juta Diserahkan ke Kejari Jakarta Utara

Terkait keterikatan dugaan tersebut, kini Nurindra ditahan di Rutan Cipinang Jakarta Timur.

“Tersangka Nurindra B Charismiadji ditahan di Rutan Cipinang berdasarkan Surat Perintah Penahanan Tingkat Penuntutan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Timur Nomor : PRINT – 25 /M.1.13/Ft.2/12/2023 tanggal 27 Desember 2023,” jelas Mahfuddin.

Terdapat satu tersangka lainnya, yaitu Ike Andriani dalam berkas perkara terpisah ditahan di Rutan Pondok Bambu Jakarta Timur. 

Keduanya akan berada di rumah tahanan dengan durasi 20 hari, terhitung Rabu (27/12/2023) – Senin (15/01/2024).

Sebagai informasi, Kejari Jakarta Timur bersama dengan Tim Jaksa Penuntut Umum Kejati DKI Jakarta telah menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dari penyidik Kanwil DJP Jakarta Timur perihal penyidikan perkara perpajakan dan TPPU tersangka Nurindra.

Baca Juga  Empat Investor Bangun Hotel dan Boutique Mall di KEK Mandalika

Baca juga: Hadiri Pengarahan MELATI AMIN, Anies Baswedan Tekankan Pentingnya Stabilitas Harga Bahan Pokok

“Bahwa pada Rabu (27/12) sekira pukul 12.30 WIB, Kejari Jakarta Timur telah menerima Penyerahan Tanggung Jawab Tersangka dan Barang Bukti (Tahap II) bersama dengan tim Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta di Ruang Bidang Tindak Pidana Khusus Kejari Jaktim,” jelas dalam keterangannya.

Terkait perbuatannya, kedua tersangka dikenakan Pasal 39 ayat 1 Jo Pasal 43 ayat (1) Undang-Undang Nomor : 28 Tahun 2007 tentang perubahan ketiga atas Undang-Undang Nomor : 6 Tahun 1983 terkait ketentuan Umum dan tata cara perpajakan sebagaimana telah diubah beberapa kali maupun diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor : 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

BERITA VIDEO: Acara Natal di Surabaya, Menkominfo Budi dan Menag Yaqut Kompak Sebut Prabowo Sahabat

Tidak hanya itu, dilanjut dengan Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tetang pencegahan dan pemberantasan TPPU.

Selain sebagai juru bicara, diketahui Nurindra atau yang kerap disapa Indra ini juga merupakan Calon Legislatif (Caleg) DPR RI dari parta Nasdem saat Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 mendatang.

Kelak Nurindra akan memperebutkan suara untuk kursi DPR RI di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah Satu dengan nomor urut delapan. (*)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *