Jaga Ketahanan Pangan, Kodam III/Siliwangi Manfaatkan 200 Hektar Lahan Tidur Karawang Buat Pertanian

WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG – Kodam III/Siliwangi memanfaatkan sebanyak 200 hektare lahan tidur untuk pertanian.

Langkah itu guna menjaga ketahanan pangan di Indonesia, khususnya Jawa Barat.

Baca juga: Manfaatkan Lahan Tidur, Ratusan Pohon Cabai Ditanam di Tanah Abang Jakarta Pusat

Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Erwin Djatniko melalui Kasdam III/Siliwangi Brigjend TNI Agus Saepul mengungkapkan, ratusan hektare lahan tidur itu ditanam padi, jagung, dan sayur mayur lainnya.

Pengelolaan dan penanamannya dilakukan jajaran TNI tingkat Kodim bersama rakyat. Hasilnya dimanfaatkan buat prajurit maupun masyarakat sekitar.

“Jika dijumlahkan, mungkin ada sekitar 200 hektare pemanfaatan lahan tidur yang digarap oleh para prajurit TNI dalam melakukan program Gerakan Nasional Ketahanan Pangan di Tahun 2023 ini,” kata Agus saat Gerakan Nasional Ketahanan Pangan Tahun 2023 di Desa Cadas Kertajaya, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada Rabu (1/11/2023).

Baca juga: 475 Hektar Lahan Tidur di Semarang Diubah Jadi Lahan Jagung

Selain itu, kata Agus, pihaknya juga membuat olahan pupuk mandiri dari campuran kotoran hewan sapi.

Selain harga murah, juga hasil mengalami peningkatan. Dari biasanya 7 ton per hektare menjadi 9,5 ton per hektare..

“Maka saya sangat optimis, bahwa ketahanan pangan di Jawa Barat ini tidak akan kekurangan pangan sama sekali. Bahkan bisa mensuplai pangan sampai keluar daerah di Jawa Barat hingga ke luar Pulau Jawa sekaligus,” ungkap Kasdam III/Silwangi.

Sementara itu, Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana mengatakan, para petani masih bisa memanen padi meskipun memasuki musim kemarau berkepanjangan.

Bahkan, menurutnya satu bulan ke depan sudah ada yang mulai memasuki masa tanam benih padi.

“Alhamdulillah untuk daerah tertentu, Telagasari dan Rawamerta tidak ada kendala, hanya di daerah Karawang Selatan, dan di daerah utara beberapa yang terdampak kekeringan yang alkhirrnya gagal panen,” ungkap Cellica

Baca Juga  Gelar Panggung Budaya Indonesia Maju, TKN Fanta Prabowo-Gibran: Dunia Literasi Kita Genjot

Ia juga menyebut jika para petani yang terdampak kemarau panjang telah didaftarkan dalam program asuransi usaha tani padi (AUTP).

Program AUTP anggarannya berasal dari APBN maupun APBD Kabupaten Karawang.

“Insya Allah, lahan petani yang terkena hama, kekeringan, dan bencana, pemkab Karawang mengganti kerugian tersebut dengan AUTP,” jelasnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *