Gelar The Biggest Real Estate Summit 2023, AREBI Dorong Sertifikasi Broker Properti

WARTAKOTALIVE.COM — Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) sukses menggelar perhelatan akbar tahunan “The Biggest Real Estate Summit 2023” bertema  “A New Chapter of Real Estate Broker : Certified Or Unqualified” di Raffles Hotel pada Kamis, 9 November 2023.

Kegiatan yang berlangsung sehari ini bertujuan menambah skill, networking dan new insight bagi broker properti.

Kegiatan ini dimeriahkan dengan talkshow dan seminar inspiratif menghadirkan para narasumber yang ahli di bidangnya, awards, dan doorprize.

Ketua Umum AREBI, Lukas Bong mengatakan bahwa AREBI sebagai wadah para broker properti di Indonesia akan terus meningkatkan profesionalisme anggotanya, salah satunya melalui kegiatan tahunan tersebut.

“Dalam setiap kondisi pasti ada peluang. Bisnis agen properti tidak ada matinya. Dalam kondisi apapun agen properti bisa survive dan berkembang,” ungkap Lukas Bong dalam pernyataan resminya..

The Biggest Real Estate Summit 2023 berlangsung sukses. Sebanyak 1.000 tiket ludes (sold out) jauh sebelum acara.

Baca juga: Dapat Penghargaan Bintang Jasa Pratama, Gianni Infantino: Indonesia akan Jadi Negara Sepak Bola Maju

Baca juga: Tips Sequis untuk Jadi Pahlawan Finansial Keluarga

“Ini membuktikan bahwa acara yang dibuat sangat berguna bagi agen properti dan mereka ingin terus maju, berkembang, bisa menghadapi tantangan dan bisa  meraih peluang ke depan di industri properti Indonesia,” ujar Sulihin Widjaja, Ketua Panitia  yang juga Sekretaris Jenderal AREBI.

Menteri Perdagangan Republik Indonesia Dr. (H.C.) H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M. dalam sambutannya saat membuka The Biggest Real Estate Summit 2023 mengatakan, kolaborasi antara Pemerintah dan Stakeholder, termasuk AREBI, diperlukan untuk mendorong peningkatan profesionalisme broker properti melalui sertifikasi kompetensi dan menciptakan ekosistem perantara perdagangan properti yang aman bagi konsumen Indonesia.

Untuk mendukung perkembangan jasa perantara perdagangan properti, pemerintah akan memperbaiki dan merubah Permendag No. 51 Tahun 2017 tentang Perusahaan Perantara Perdagangan Properti. Ada dua aspek perbaikan dan perubahan.

Baca Juga  Menu Stunting Jadi Polemik, Dinkes Kota Depok Gelar Pelatihan Membuat Tambahan Balita

Pertama, aspek kelembagaan yakni kewajiban perizinan berusaha jasa perantaraan perdagangan properti dengan klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia real estate atas dasar balas jasa (fee) atas kontrak.

Lalu kewajiban berbadan hukum bagi pelaku usaha perantara perdagangan properti.

Kedua yakni aspek tenaga kerja. Antara lain kewajiban sertifikasi bagi seluruh tenaga ahli broker properti, pengaturan mengenai Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) bidang broker properti untuk memastikan sertifikasi kompetensi broker properti sesuai ketentuan yang dituangkan dalam Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), dan kewajiban pencantuman legalitas dan identitas broker properti dalam aktifitas perantaraan perdagangan properti baik secara offline maupun online.

Baca juga: Sederet Kontroversi Eddy Hiariej Sebelum Jadi Tersangka Korupsi, Pernah Terlibat Film Netflix

Baca juga: Tanggulangi Banjir Jakarta, DPRD Dukung Target Normalisasi Ciliwung Sepanjang 17 Km di 2024

“Diperlukan masukan dari para stakeholder termasuk AREBI dalam penyusunan kebijakan di bidang perantaraan perdagangan properti,” ujar Zulkifli Hasan.

Tampil sebagai pembicara pada acara The Biggest Real Estate Summit 2023 antara lain, Rifan Ardianto S.SI, M.SI, PH.D (Direktur Perdagangan Melalui Sistem Elektronik dan Perdagangan Jasa, Kementerian Perdagangan RI), Meiko Handoyo (Vice President FIABCI Asia Pacific Regional Committee), Hirwandi Gafar (Direktur Consumer Bank BTN), Hari Ganie (Wakil Ketua Umum DPP REI),  Lukas Bong (Ketua Umum AREBI) dan Kevin Lim (Chief Agency Officer of ERA Singapore, Leading 3.500 Agents).



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *