126 Tahun Enid Blyton, Generasi 1980-an Kenal Karyanya: Lima Sekawan, Sapta Siaga dan Lainnya

TEMPO.CO, Jakarta – Pemilik nama asli Enid Mary Blyton lahir pada 11 Agustus 1897 di East Dulwich, London Selatan dan menghabiskan masa kecilnya di Beckenham, Kent. Enid Blyton merupakan seorang penulis cerita, puisi, drama, dan buku pendidikan Inggris yang produktif dan sangat populer untuk anak-anak. Ia memiliki dua adik laki-laki bernama Hanly dan Carey. Ia merupakan anak dari pasangan Thomas, seorang grosir pakaian dan Theresa, seorang ibu rumah tangga. 

Berdasarkan Britannica, Blyton meninggalkan studi awalnya di bidang musik di Guildhall School of Music untuk dilatih sebagai guru sekolah di Ipswich High School pada 1916. Sebelumnya, pada 1911, ia berhasil memublikasi puisi pertamanya di majalah anak-anak. Lalu, pada 1917, puisi lainnya diterbitkan di Majalah Nash. Satu tahun kemudian, ia  menyelesaikan pelatihannya sebagai guru untuk mengajar di sekolah persiapan anak laki-laki di Kent sebelum akhirnya menjadi pengasuh empat bersaudara di Surbiton, Surrey. 

Kemudian, pada 1921, cerita dan puisi Blyton tampil di berbagai majalah. Lalu, buku puisi pertamanya, Child Whispers diterbitkan pada 1922 yang berhasil membuat namanya sebagai penulis meroket. Setelah itu, sekitar 1924, Blyton mengabdikan dirinya secara penuh untuk menulis. Sejak saat itu sampai sekitar 1965, ia telah menulis lebih dari 600 buku anak-anak dan menulis artikel yang tak terhitung banyaknya untuk majalah. 

Pada 1924, Blyton menikah dengan Hugh Pollock, seorang editor di perusahaan penerbitan George Newnes. Lalu, pada, 1927, dimotivasi oleh Pollock, Enid membeli mesin ketik pertamanya dan beralih dari menulis buku dengan tangan menjadi mengetiknya. Ini adalah langkah penting dalam evolusinya sebagai penulis dan pengusaha perempuan.

Kemudian, pada 1938, saat tinggal di Green Hedges, Beaconsfield, ia selalu menulis selama tahun-tahun perang dan Pollock bergabung kembali dengan resimen lamanya di Surrey. Sayangnya, pada 1942, mereka berpisah dan pada 1943, Blyton menikah dengan ahli bedah Kenneth Waters. 

Baca Juga  Denny Indrayana Desak MKMK Tunda Penerapan Kepala Daerah Maju Capres-Cawapres Sebelum 40 Tahun

Sepanjang 1940-an dan awal 1950-an, Blyton menulis secara produktif yang kerap menerbitkan lebih dari 20 buku setiap tahun. Pada periode ini, ia merilis sebagian besar karyanya yang paling terkenal, termasuk The Famous Five atau Lima Sekawan, The Secret Seven (Sapta Siaga), dan Malory Towers, sebagaimana tertulis dalam enidblyton.com.

Iklan

Pada akhir 1950-an, kesehatan Blyton mulai memburuk. Pada awal 1960-an, ia dinyatakan mengalami demensia. Setelah sang suami meninggal dunia pada 15 September 1967, ia dirawat di panti jompo Hampstead. Lalu, pada November 1968, ketika berusia 71 tahun, ia menghembuskan napas terakhirnya.

Sebagian besar karya Enid Blyton terdiri dari cerita misteri atau petualangan, meskipun ada pula kisah tentang sekolah dan sirkus. Seri buku Famous Five, Secret Seven, dan Mystery menjadi karya yang paling banyak dibaca. Buku-buku Blyton menampilkan karakter baik dan buruk yang digambarkan dengan jelas dan memiliki plot menarik terkait pelajaran moral tradisional. Tidak hanya itu, kosakata dan gaya prosanya sederhana dan sangat mudah diakses oleh pembaca pemula. Meskipun Blyton juga mendapatkan beberapa kritik karena karakter stereotip dan sudut pandangnya yang sederhana, tetapi popularitasnya luar biasa dengan pembaca muda terus bermunculan. 

Pada awal abad ke-21, buku-buku Enid Blyton telah terjual sekitar 400 juta eksemplar dan telah diterjemahkan ke dalam sekitar 90 bahasa. Nama Blyton pun akan selalu melekat sebagai salah satu penulis anak-anak terlaris dan paling dicintai di dunia. Banyak pula ceritanya yang telah diadaptasi menjadi acara panggung, serial TV, dan film dengan kesuksesan besar di seluruh dunia. 

Pilihan Editor: Cara Cepat Jadi Penulis



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *